Gue dan Politik
Gue masih SMA,gue masih 17 tahun yang dianggap orang” dewasa
masih bau kencur+pesing (lo bayangin udah kencur tambah kencing,ohh harumnya)
kalo harus ngomongin masalah politik di negara gue tercinta ini. Gue beruntung
gue masuk kelas sosial di masa SMA gue, karena jujur aja gue tak begitu terlena
dengan fisika,kimia,ataupun,biologi. Gue sadar kemampuan gue dibidang eksakta
sangat lah bagus (bagus untuk di berhentikan). Jadi untuk menempuh hidup yang
layak di masa depan adalah mengikuti jalan hati gue. Hati gue ke mall,ya ke
mall. Hati gue jajan gorengan ya gue ikutin, hati gue ke wc pun gue ikuti juga
(kayak pacar aja yang minta diikutin terus).
Nah malam ini gue pengen sharing (cari dikamus!^-^) tentang
masalah politik negeri ini. Hati gue ga nyantol sama politik dan gue juga
mengikuti hati gue yang lagi macet antara pertigaan suka dan ga suka sama
politik. Disini gue cuman mengungkapkan unek” gue terhadap terhadap politik
indonesia. Langsung aja ok.
Gue tahu politik indonesia itu lagi keruh. Gue tau orang”
yang mencalonkan kebanyakan mencari kekuasaan. Gue tau,politikus masih lapar
uang ijo gambar bapak kapitan patimura. Tapi gue juga tau kalo gue punya niat
buat berjuang (langsung pasang iket kepala merah putih). Gue ga pake bambu
runcing ntar nya,gue ga pake taktik gerilya nya kaisar haciew (gue ga tau
maaf), tapi gue bakalan berjuang buat bikin hati gue mengetahui kalo politik
kita itu bisa dijernihkan. Kadang orang mencalonkan kader hanya niat karena
uang. Setelah mereka dapet kekuasaan itu, mungkin yang ada hanyalah
memanfaatkan jabatan demi uang 6 meter bergambar tuanku Imam Bonjol. Gue pernah
nonton film yang berjudul “Capres (Calo Presiden)”. Difilm itu lo bisa liat,
pengilustrasian politik di indonesia,partai” yang sangat kompetitif, semangat
kejujuran memimpin peran utama.
Emang bener sih, pejabat politik kita harus dipaksa buat
pengajian tiap hari biar iman nya masih kokoh di puncak klasemen. Kejujuran itu
kadang hilang kalo si pejabat udah mempunyai kekuasaan dari sabang sampe
merauke. Biasa mereka terhipnotis kertas bergambar bung hatta. Terus modusnya,
mereka langsung baik ke sodara” mereka dengan modus nitip duit yang kakinya
inisial M an. Tapi, gue mau bilang pejabat yang terdakwa korupsi itu sangat
bodoh (sorry agak lantang, lagi pms (padahal gue cowok)@!#!$). Bodoh kenapa? Ya
perhatiin aja, mereka gak ngeliat situasi dan kondisi saking cintanya kertas
yang bisa dibakar. Mungkin menurut gue mereka lupa pelajaran peluang di
matematika. Hasilnya, ya kita liat tuh
pejabat politik yang menghiasi daftar nama pemburuan KPK. Terusan nya ya mereka
senyum, mereka kabur, mereka ngumpet, akhhirnya mereka di jadikan salah satu
obrolan selebritis dadakan.
Gue rasa hal ini lebih modus lagi yah, kalo politikus atau
pejabat yang udah ketauan makan duit terus udah sampai di kursi hijau, mereka
bener” soleh sama solehah. Gue sempet mikir kalo ruangan kursi hijau itu banyak
jin islam nya, sehingga syeitan atau jin yang jahat itu jadi kalah bersaing di
kursi hijau. Tapi setelah gue pikir” lagi, itu kayaknya lebih modus. Gue ga mau
sebut merek kayak angelina sondakh yang pas pergi ke meja hijau pake jilbab nya
orang timur yang zuper cantik. Terus yang ngomong nya kayak cinderela yang lagi
bingung gitu.
“Angelina,apakah bener kamu menyelewengkan dana hambalang?”.
Tanya hakim yang sedikit berkumis.
“aduchh,subhanallah, astagfirulloh, masya allah,
alfatihahh.... saya tidak menyelewengkan dana itu pak ustadz ekh salah yang
mulia. Dana itu saya sumbangkan buat pembangunan masjid, subhanallah”. Jawab
dengan halus oleh angelina. Mungkin ini perumpamaan bagi orang yang tersangka
korupsi. Tapi ada yang ga serek di hati gue tentang hal ini. Gue ga suka mereka
yang muslim, mempertaruhkan agama untuk hal yang begitu sangat memalukan. Pas
jalan” ke luar negeri pake uang rakyat pake jins yang ngetat plus baju yang
banyak setan nya, ekh pas keluar dari kantor KPK udah pake kerudung modern yang
meluluh lantahkan otak orang lagi ngelindur biar disangka solehah. Yang cowok
ga kalah juga. Pas liburan ke Bali pake baju metalicca, ekh pas datang ke kursi
hijau pake baju koko bernuansa ustad. Pake peci, koko putih, celana katun item,
dan bahkan ada yang membawa tasbih buat berdzikir.
“Andi Malarangeng, Apakh kamu terlibat Proyek Hambalang dan
memakan dana nya? “ . Tanya Hakim dengan kumis yang agak melebar.
“alhamdulilah 33x, subhanallah 33x, allahuakbar 33x. ( dia
ga jawab tapi langsung baca dzikir dengan khusyuk). “.
“bapak Andi? Apakah anda terlibat kasus hambalang?”. Tanya
hakim yang kedua kalinya.
“lailahaillah 100x (masih khusyuk dzikir)”
“BAPAK ANDI?!!!! LO TERLIBAT KASUS HAMBALANG
GAKKKKKK?!!!!!!!!!!”. Tanya hakim yang ke 99 kalinya. Kaca pecah, kamera
wartawan meledak, peci Andi terbang, seluruh isi ruangan hancur lebur layaknya
kapal kawin sama gunung.
“Astagfirullah 1000x”. Andi masih bersih tegap berdzikir
tenang serta khusyuk. Subhanallah banget yah kekuatan dzikir yang melawan
guncangan hakim. Hakim itu terlihat
berbaring menjadi korban teriakan nya sendiri. Tapi hakim itu adalah orang kuat.
Saking bijaksanadan sabar nya hakim itu, dia bertanyayang ke 100 kali nya.
“aa..an..and.d.d.dii ap..Apaa..kahh ka...mu..
ter..liii..ba... t kas...u...ss Ha...m..ba..la..ngggg?”. tanya hakim dengan
suara merintih sambil ngelapin ingus.
Andi berhenti,lalu dengan mudah nya dia menjawab.
“iyah yang mulia, kenapa emang nya masalah buat lo!.” Hakim tak
bicara lagi. Ngeliat Andi, buka mata, isep ingus, gelekgek air ludah, mati.!
Kembali ke tema gue, politik. Gue orang Garut, dan tahun
2013 ini di kota gue lagi ada pemilu buat Bupati untuk menggantikan Aceng yang
pedofil itu. Gue mulai bengong pas ngliat lebih dari 20 cabup dan cawabup yang
daftar ke KPU. Politik yang maju menurut gue. Pas liat itu gue jadi mikir,
berarti daerah gue merupakan daerah yang hebat yah. Dan lebih mengejutkan lagi
ada beberapa artis yang ikut mendaftar jadi cabup dan cawabup. Siapa yang disini yang ga tau
charlie ST12. Dia salah satu yang daftar jadi cawabup. Lo tau yang jadi
pangeran siliwangi di sinetron Raden Kian Santang? (gue lupa namanya). Dia
datang ke kampung gue buat kampanye. dia bawa tuh pengawal” kerajaan siliwangi
buat ke kampung gue buat kampanye. Pas dia dateng, si yang jadi kian santang
nya ikut juga (gue lupa juga siapa namanya). Aneh nya, yang jadi bintang di
kampung gue bukan si prabu siliwangi nya, tapi si kian santang. Ibu”, bapak”,
anak kecil sampe tukang bakso ngerumunin si kian santang hanya untuk satu
jepret foto bareng. Ya maklumlah, kalo orang kampung di foto sama yang tampil
di layar tv mereka merupakan satu prestasi yang tak tergantikan. Apalagi kalo
fotonya udah dicetak, mereka bakal copy tuh sampe 100 copy an foto yang di
pajang di seluruh penjuru rumah.
“ayo” foto sama kian santang.” .
“satu,dua, ti............ (geledarrrrr penyihir jahat
datangg dari langit)”.
“maaf ibu”,semuanya. Saya harus mengikuti jalan Allah untuk
mengalah kan penyihir itu. Bismillahirrohmanirrohim.( Blusssssss terbang kayak
superman)”.
Kembalii ke lappptopppp.
Oke, politik memang ga seideal apa yang di idealkan. Apa
yang telah tertulis di undang” tak seperti apa yang telah terjadi di kehidupan
nyata. Memang masih ada politikus yang mengacu pada UUD dan UU yg mungkin telah
di amandemen kan, tapi terlalu banyak politikus yang menjadi buta huruf,buta
warna, buta hati, buta telinga (salah maksud nya budeg) kalo udah jadi
politikus yang berkuasa. Yah mungkin banyak faktor” yang menjadi pemicu atau
pengganggu para politikus untuk tidak mengikuti jalan aturan. Tapi gue setuju ada
banyak juga politikus yang berjuang diluar sana untuk mengubah paradigma
masyarakat kalo politik bisa bersih dan hebat. Gue salut sama mereka. Gue
memang belum mendengar nama yang bener” terkenal dengan perjuangan nya. Tapi
gue yakin ada banyak yang seperti itu di negara kita. Gue ngajak lo semua buat
berdoa bagi orang” seperti mereka supaya mereka di kuatkan iman nya, di
lapangkan dadanya, dan di berikan kenikmatan duniawi serta di iringi dengan
kasih sayang sehingga mereka bisa puasaa *gak nyambung*!
Bukan hanya pejuang politik aja yg kita bareng” doain. Gue juga
ngajak lo semua yg baca tulisan ini buat ngedoain negeri kita jadi lebih baik
dalam masalah politik. Gue juga ngajak lo buat jadi salah satu yang bener” ikut
andil dengan berbuat sesuatu untuk memperbaiki politik yang ada (kaya gue nulis
tulisan ini).
So, let’s have a better nation together. J

0 komentar