curhatan part 1
Indonesia adalah negara bagus,tapi sayang masyarakat nya malu
dan kurang percya diri akan hal itu. Kenapa mereka malu? karena mereka pikir
korupsi dan keadaan negara yang telah membuat malu dan menghilangkan jati diri
mereka. Pemerintah mengasumsikan bahwa
merekalah yang bisa memegang tanah air ini, padahal semua masa depan dan
keadaan tanah air ini tergantung bagaimana masyarakat nya itu sendiri. Itu
adalah salah satu arti dan makna negara demokrasi.
67 tahun yang lalu indonesia
mendengarkan orasi dari Ir.Soekarno bahwa indonesia telah mengumandangkan merdeka dan terlepas dari semua genggaman
para penjajah. Pada masa itu, rakyat berteriak dengan keras menandakan bahwa
usaha,pengorbanan, dan kerja keras mereka akhirnya terwujud. Sungguh tidak
terbayang betapa mereka bekerja keras,rela mati untuk mdmbuat tanah air ini
merdeka.Namun waktu berjalan dengan cepat, sistem pemerintahan mereka goyah.
Banyak kisruh internal, banyak partisipasi yang bersifat militan radikal, dan
bahkan korupsi merajalela pada akhir-akhir ini.
Rakyat sekarang sangat berbeda pada zaman sebelum merdeka.
Dulu, mereka di kuasai oleh para penjajah. Mereka diperlakukan dengan tidak
moral dan tidak beretika. Namun, kegigihan dan usaha mereka sangat lah besar
kalau kita ukur dengan skala. Mereka mencoba untuk membantah melakukan apa yang
penjajah inginkan walaupun pada akhirnya mereka kehilangan nyawa mereka . Tapi
sekarang, orang-orang yang benar terpilih untuk mewakili rakyat dan menjadi
wakil dari rakyat itu sendiri terjajah dengan kekuasaan yang mereka punya.
Dengan kekuasaan yang mereka punya, mereka meninggalkan dan melupakan inti dari
kewajiban mereka. Dan sampai saat ini penyebab nya belum diketahui.
KORUPSI telah membuat para pahlawan indonesia menangis,
membuat rakyat tidak menemukan makanan layak. Hal ini telah membuat rakyat
malu, rakyat tidak PD bahkan sampai
membuat rakyat minder. Di samping itu, korupsi
telah menutup sebagian hal indah yang terdapat di indonesia.
Sampai kapan ini akan terus terjadi di indonesia? ;-(
0 komentar