• ROMANCE? Penting?

    by - 22.42

    Kehidupan asmara itu memang sangat di butuhkan oleh seorang remaja saat ini. Banyak dari mereka yang beranggapan bahwa mereka merasa kekurangan (dalam bahasa gaulnya adalah lackness of romance ) kalo seandainya mereka tidak merasakan hati mereka berdegup kencang saat bertemu cewek spesial, merasa ingin memiliki seorang wanita idaman, apalagi sampai nonton berdua di bioskop kesayangan. That's will sound great. tapi, penting ga sih romance itu? menurut gue ("gue" aja bro biar modernisasi) kehidupan romance itu memang dibutuhkan sama kita yang umurnya mungkin dari 16 tahun ke atas (tapi ga 50 thun ya,karena itu udah ABG manula mungkin), karena dalam satu sisi kita butuh orang yang bisa menjadi motivator atau
    yang bisa negur kita kalo kita lagi khilap dan lupa sama sesuatu. Dan juga, kita butuh orang yang bisa ngasih perhatian lebih kepada kita. Dalam satu sisi lain, kehidupan romance itu bisa menggangu aktivitas akademik kita (kalo buat orang yang kutu buku,kutu pulpen sampai kutu document keeper) tapi ngga semuanya sih,ada juga gara-gara romance bisa meningkatkan nafsu belajar kita di kelas,apalagi bisa sekelas atau sekelompok sama si dia. Gue bakal sharing sedikit tentang kehidupan romance di sekolah SMA gue. Peraturan yang tersirat sekolah gue yang membuat semua muridnya bertanya-tanya "Ekh kalo pacaran boleh ga sih?", "Ekh kalo kesana itu boleh ga sih?", sampai ada yang nanya "Ekh kalo mandi di wc itu boleh ga sih?" itu yang telah membuat temen-temen gue berlaga konyol gara-gara pertanyaan itu.  Tapi,ada baiknya juga temen-temen gue yang bisa memanfaatkan kesempatan itu buat menciptakan dan memulai kehidupan romance mereka. Mereka memulainya dengan mengikat hubungan romance satu sama lain. 1,2,3,6,7,30 pasangan pun terbentuk saat itu. Pertama mereka tidak menunjukan diri mereka bahwa mereka itu mempunyai hubungan spesial. Pada akhirnya,satu demi satu mereka menunjukan dengan cara jalan bareng, makan bareng,nonton bareng sampai-sampai mojok bareng. Alasan nya sih mereka belajar bareng,punya tugas kelompok,daaaaan sebagainya. Gue pun heran mereka lambat laun memasuki jenjang romance yang lebih tinggi. Awalnya gue merasa biasa dan mengerti bahwa kita bareng-bareng memasuki masaa puber dan sangat membutuhkan  sebuah kisah cinta . Hal itu menurut gue biasa dan normal asalkan ga ada yang berduaan mojok dengan sesama jenis. Iya benerkan? kalo misalkan itu terjadi bakalan berabehh jadinya. Jujur,gue juga adalah salah satu orang yang sedang menjalani masa puber atau memulai kisah romance gue. Para guru,dormparent semuanya mengerti apa yang students nya lakukan,soalnya mereka mengerti kalo berada di umur yang mungkin pantas buat merasakan hal itu. Secara gitu,guru2 gue mayoritas masih muda dan masih jauh untuk menikah. Namun,seiring berjalan nya waktu, para guru pun resah dengan murid yang berpacaran secara berlebihan. Karena, ada beberapa couple yang mungkin dibilang berlebihan saat itu. Di saat inilah kisah romance itu berubah menjadi dysfunctional(gak berfungsi). Cinta dan Kasih Sayang itu akan menjadi functional dan dysfunctional tergantung bagaimana individu itu menggunakan cinta dengan sebaik-baik nya. Kalo cinta itu digunakan hanya untuk mencoba aja,kalo ga puas ya pindah hati berarti itu dysfuntional. Tidak seperti orang yang menggunakan cinta dengan diiringi rasa kasih sayang itu akan membuahkan bibit-bibit yang sangat unggul. Disini berarti cinta itu sangat functional buat orang itu. Bertanya seberapa penting kah romance itu, jawabannya adalah 'iya', karena seorang yang gue ga tahu,namanya Goerge Sand yang mengatakan seperti ini  'there is only one happiness in life, to love and be loved'. jadi, mencintai dan dicintai seseorang itu sangat lah berdampak pada kehidupan yang akan kita jalani. memang bahagia rasanya kalo kita sedang jatuh cinta pada siapapun (sesama
    jenis GAK BOLEH) asalkan kita dapat menjalani dan memanfaatkan nya dengan baik. tidak disalah pergunakan,bahkan berpacaran secara berlebihan,karena mengingat usia kita belum matang total,kita harus bisa menjaga cinta itu tetap indah. Semua indah pada waktunya.
    ----------

    You May Also Like

    0 komentar