• Percaya

    by - 00.08

    Saya suka yakin terhadap sesuatu, namun saat bersamaan gak yakin. Entah kenapa, tapi nature nya sudah seperti itu.

    Percaya akan ada sesuatu yang baik jika kita melakukan hal baik. walaupun kita tidak tahu kapan itu akan terjadi. Namun "percaya" seakan memberikan arah bahwa akan ada ujung dari semua hal yang saya lakukan. Disisi yang sama, saya tidak percaya akan menemukan ujung ini kemana.

    6 tahun saya ekspresikan perasaan saya untuk sesorang yang saya percaya saya bisa mencapai ujung itu. Tapi saya tidak percaya bagaimana saya bisa mempertahankan dia untuk sampai ke ujung, bersama dengan bergandengan tangan.

    Semakin kesini semakin dalam lobang dan bukit gangguan disepanjang jalan itu. Dari mulai percaya sampai tidak percaya. Ditambah jarak yang tiba-tiba menendang jauh kami satu sama lain. Dia menjauh karena dia bilang dia gak percaya untuk bisa sampai ke ujung, karena apa yang kami lakukan berbeda. Dia sempat hilang percaya karena dia pikir saya tidak lagi memandang kepercayaan dia sebagai pendamping saya.

    Akhirnya kami sempat berpisah. Mengurung diri satu sama lain, memulai lagi dari awal. membangun percaya, tapi untuk diri sendiri. Dia bilang tepat satu tahun dia sendiri, saya bilang mungkin iya setahun. Saya melakukan ini, hal saya sendiri, begitupun dia.

    Tapi ditengah perjalanan, saat berpisah saya percaya bisa menemukan ujung jalannya, ujung dari percaya saya bahwa saya bisa bersama dia.

    kehidupan membuat semuanya terasa dinamis. Semakin percaya semakin diperlihatkan untuk tidak boleh percaya. Godaan silih berganti, pertengkaran tak bisa di elakan lagi, semua hal kecil terlihat bermasalah untuk kami. Semua itu tiba-tiba hilang, rasa tidak suka, rasa tidak percaya, rasa ingin pergi, rasa ingin menjauh, semua hilang saat kami bercengkrama dari mata ke mata.

    Kami sama-sama ingin percaya. Saat kita kembali ke dunia masing-masing, batu hambatan semakin jelas terasa menggemparkan semua rasa percaya antara kami.

    Lalu tiba ke masa saya yakin dan percaya saya bisa melalui itu semua tanpa menghilangkan sedikitpun rasa percaya saya ke dia. bagi saya, apa yang dia korbankan, senyum yang dia tebarkan, kasih sayang yang dia curahkan, hati yang dia peruntukan, semua nya terasa pada saya. Saya cinta dia. Saya percaya saya akan bersama dia. entah kapan.

    Namun, saat ini, saya tidak tahu jalan yang tepat untuk bisa saling percaya. dengan keadaan yang sangat memaksa, hambatan sini dan sana, membuat kita sedikit hilang asa, untuk bisa bersama. Kami saling sayang dan cinta, kami sadari itu.

    namun ego ternyata bisa mengalahkan semuanya, sampai harus menyadari siapa yang seharusnya bisa mengalah. Saya masih percaya, tapi tidak tahu harus apa, saya hanya ingin sampai ke ujung bersamanya. sudah, hanya itu saja.

    You May Also Like

    0 komentar