Hello, Bumi?
Hello
world. How the people been treating you? I really hope you still have patient
to just forgive the humanity.
Niat ingin sekedar menyapa karena sudah lama sekali
tidak membuat tulisan di blog, jadinya ngelantur kaya bilang sabar ke bumi kalo
manusianya masih alay nginjek-nginjek, ngotorin sama ngerusak bumi. Tapi ya
memang harus, semua orang harus menjaga bumi, layaknya seorang manusia lanjut
usia, mereka sudah berbeda, dari tadinya merdeka harus selalu dijaga, dari
tadinya nikmat kadang-kadang kumat, dari tadinya memberi harus disantuni, dari
tadinya menasihati sekarang harus selalu diwanti-wanti karena sesimpel alesan
tak rela cepat mati.
Semoga kita bukan menjadi golongan yang berada didalam
bumi ketika bumi menunjukan dirinya karena tidak kuat lagi. Amiin.
Sekarang, rasanya pengen ditanya bumi, “kamu gimana? Udah
baikan hidupnya?”
Pengen jawab, alhamdulilah. Selalu ada alasan untuk
tetap menikmati indahnya hidup, mau susah mau senang, ada aja malunya. Iya malu
untuk meminta tolong, menagih hutang, atau hanya sekedar nanya, “ini nugget kok
enak banget yak?” ke temen yang lagi bawa nugget banyak ketika sedang lapar.
Banyak keajaiban datang, banyak alasan tercipta untuk
terus terima kasih ke bumi, dan yang menciptakan bumi. Tapi malu ngucapin
syukurnya, karena bergerak untuk beribadah aja rasanya ini kaki bawa beban
banyak banget hanya untuk berterima kasih ke penciptanya. Ah udah ah malu.
Banyak lagi hal yang perlu diintrospeksi, banyak hal
yang harus dipikirin mateng-mateng, dan banyak lagi hal yang membuat hati ini
merasa harus memastikan, apakah trak perjalanannya udah ada di jalur yang sudah
benar? Atau masih bulak belok tak pasti?
Banyak juga yang menjadi pikiran untuk mengembangkan
potensi, banyak yang ingin diungkapkan, banyak orang yang ingin aku panjatkan
terima kasih karena mereka telah ada untuk menyalurkan tangannya agar aku tetap
terarah, tak melulu menjadi masalah.
Ya begitulah, bumi, hidup aku sekarang dan kemaren-kemaren
kalo kamu berniat untuk kepo. Sama kemaren mau curhat kalo udah baca 3 buku
dilan, terus langsung nonton filmnya, terus ngefans sama milea, yg dibuku sama
di filmnya. Ya karena kemaren feel
nya terasa sekali di buku, penulisannya yang santai tapi terolah sempurna jadi
gak gampang untuk dilupakan.
Jadi, aku isyaratkan aku ngefans sama Milea dan Vanesha
Priscilia yang jadi Milea di filmnya. Di film yg lain mah gak terlalu ngefans.
Rasa sudah untuk kabar singkat ini, masih banyak kabar
lain yang belum aku ceritakan karena rumit dan tak semua bisa diketik dengan
gampang. Aku mohon bersabarlah menghadapi manusia karena aku belum punya Rumah dan
anak. Doain aku ya. Istri mah udah ada, ya itu Milea. Milea nyata di kehidupan
ku yang sebenarnya. Itupun kamu sponsorin kan Bumi? Makanya meskipun tak ada
kontrak, setidaknya sabar sampe nanti aku punya cicit ya.
Aku pamit undur untuk bermimpi kembali ya, karena tadi
aku udah tengkurep pake headset sampe tertutup matanya.
0 komentar