• Hello, Bumi?

    by - 23.24


    Hello world. How the people been treating you? I really hope you still have patient to just forgive the humanity.

    Niat ingin sekedar menyapa karena sudah lama sekali tidak membuat tulisan di blog, jadinya ngelantur kaya bilang sabar ke bumi kalo manusianya masih alay nginjek-nginjek, ngotorin sama ngerusak bumi. Tapi ya memang harus, semua orang harus menjaga bumi, layaknya seorang manusia lanjut usia, mereka sudah berbeda, dari tadinya merdeka harus selalu dijaga, dari tadinya nikmat kadang-kadang kumat, dari tadinya memberi harus disantuni, dari tadinya menasihati sekarang harus selalu diwanti-wanti karena sesimpel alesan tak rela cepat mati.

    Semoga kita bukan menjadi golongan yang berada didalam bumi ketika bumi menunjukan dirinya karena tidak kuat lagi. Amiin.

    Sekarang, rasanya pengen ditanya bumi, “kamu gimana? Udah baikan hidupnya?”
    Pengen jawab, alhamdulilah. Selalu ada alasan untuk tetap menikmati indahnya hidup, mau susah mau senang, ada aja malunya. Iya malu untuk meminta tolong, menagih hutang, atau hanya sekedar nanya, “ini nugget kok enak banget yak?” ke temen yang lagi bawa nugget banyak ketika sedang lapar.

    Banyak keajaiban datang, banyak alasan tercipta untuk terus terima kasih ke bumi, dan yang menciptakan bumi. Tapi malu ngucapin syukurnya, karena bergerak untuk beribadah aja rasanya ini kaki bawa beban banyak banget hanya untuk berterima kasih ke penciptanya. Ah udah ah malu.

    Banyak lagi hal yang perlu diintrospeksi, banyak hal yang harus dipikirin mateng-mateng, dan banyak lagi hal yang membuat hati ini merasa harus memastikan, apakah trak perjalanannya udah ada di jalur yang sudah benar? Atau masih bulak belok tak pasti?

    Banyak juga yang menjadi pikiran untuk mengembangkan potensi, banyak yang ingin diungkapkan, banyak orang yang ingin aku panjatkan terima kasih karena mereka telah ada untuk menyalurkan tangannya agar aku tetap terarah, tak melulu menjadi masalah.

    Ya begitulah, bumi, hidup aku sekarang dan kemaren-kemaren kalo kamu berniat untuk kepo. Sama kemaren mau curhat kalo udah baca 3 buku dilan, terus langsung nonton filmnya, terus ngefans sama milea, yg dibuku sama di filmnya. Ya karena kemaren feel nya terasa sekali di buku, penulisannya yang santai tapi terolah sempurna jadi gak gampang untuk dilupakan.
    Jadi, aku isyaratkan aku ngefans sama Milea dan Vanesha Priscilia yang jadi Milea di filmnya. Di film yg lain mah gak terlalu ngefans.

    Rasa sudah untuk kabar singkat ini, masih banyak kabar lain yang belum aku ceritakan karena rumit dan tak semua bisa diketik dengan gampang. Aku mohon bersabarlah menghadapi manusia karena aku belum punya Rumah dan anak. Doain aku ya. Istri mah udah ada, ya itu Milea. Milea nyata di kehidupan ku yang sebenarnya. Itupun kamu sponsorin kan Bumi? Makanya meskipun tak ada kontrak, setidaknya sabar sampe nanti aku punya cicit ya.

    Aku pamit undur untuk bermimpi kembali ya, karena tadi aku udah tengkurep pake headset sampe tertutup matanya.



    You May Also Like

    0 komentar