A Morning Grateful Stories, 15 Juni 2019
Saya berterima kasih ya Allah atas semua berkah dan
nikmat yang telah diberikan olehMu, lingkungan yang indah, teman yang baik,
kehidupan yang sangat bermakna nan seru untuk dijalani, orang tua yang masih
lengkap dan sehat, sanak keluarga yang baik dan mendukung, bahkan sampai
tetangga yang harmonis.
Semoga saya selalu menjadi bersyukur untuk terus dapat
berproses menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya.
Tragedi ditinggalkan oleh seseorang yang paling saya
cinta membuat saya sulit untuk melihat sisi positif dan hikmah yang dapat
diambil. Seakan saya tak bisa berpikir jernih untuk menelaah hikmah apa yang
bisa saya dapatkan dari kejadian ini.
Lambat laun, seiring berjalannya waktu, saya mulai
menyadari bahwa dulu saya lalai dalam beribadah, bahkan cenderung tidak
memikirkan sama sekali. Kesalahan demi kesalahan, arah yang hilang bahkan takt
ahu harus kemana sering saya rasakan.
Meskipun awalnya hanya mengadu kenapa hal ini bisa
terjadi, tapi lambat laun saya mulai menyadari bahwa sudah saatnya mendekatkan
diri kepadaNya. Perasaan saya merasa butuh sekali untuk beribadah ketika sedih,
sendu, dan menangis. Ibadah membuat saya menjadi lebih tenang dan bertawakal tentang
apapun yang terjadi dengan saya, saya pasrahkan semuanya.
Dibukakan hidayah untuk melihat suatu kondisi sebagai
berkah, sebagai anugerah yang perlu disyukuri adalah hikmah yang saya petik
atas kejadian ini. Mendoakan yang terbaik untuk dia, untuk saya, untuk keluarga
saya, untuk keluarganya, setiap kali momen beribadah.
Terima kasih ya Allah, atas nikmat dan semua anugerah
yang telah engkau berikan.
Hal ini juga membuat saya yakin bahwa apapun yang saya
niatkan dan lakukan ketika memasukan Allah kedalam prosesnya akan semakin
membuat percaya diri. Contoh kecil adalah dalam berlari. Setelah sekian lama
saya tidak berlari kemarin, saya coba dua putaran lapangan bola, saya masih
kuat namun berhenti ditempat minum karena Magh saya kambuh. Namun saya tak
ingin berhenti, saya ingin terus berlari.
Maka saya niatkan setelah minum untuk dapat mencapai 3
putaran selanjutnya, yang mana hal itu terasa melelahkan jika dibayangkan.
Namun, saya niatkan, saya bilang dalam hati bahwa ya Allah kuatkan untuk sampai
pada 3 putaran, sesungguhnya engkau yang memberi kekuatan atas apa yang ada
dibumi.
1 putaran, 2 putaran sudah mempunyai pikiran untuk
mendiskreditkan diri sendiri, “bisa gak ya? Enggak bisa, udah jalan aja” hal
tersebut mempengaruhi pikiran saya untuk menyelesaikan putaran ke tiga. Tapi
saya meyakini bahwa saya bisa, tidak ada yang tidak mungkin, dan saya memasukan
Allah dalam hati dan pikiran saya. Alhasil saya bisa mencapai 3 putaran setelah
magh melanda di 2 putaran sebelum minum.
Dari situ saya tak bisa berhenti bersyukur, bahwa saya
bisa mencapai itu. Hal kecil namun jika memasukan Allah kedalam setiap proses,
tingkat keyakinan menjadi semakin meningkat dan meyakini bahwa tidak ada yang
tidak mungkin.
Setelah finish berlari, saya tak bisa berhenti untuk
meminta hal seperti ini bisa saya aplikasikan pada seluruh kegiatan saya,
urusan saya, tujuan saya, mimpi saya, dan semua proses saya agar dapat menjadi
manusia yang sangat bermanfaat.
Terima kasih ya Allah, mudah-mudahan dijauhkan dari sikap
dendam dan benci kepada dia yang telah menyakiti, dan selalu berdoa diberikan yang
terbaik untuk saya, maupun dia yang meninggalkan. Amiin
0 komentar