• A Morning Grateful Stories, 15 Juni 2019

    by - 05.39


    Saya berterima kasih ya Allah atas semua berkah dan nikmat yang telah diberikan olehMu, lingkungan yang indah, teman yang baik, kehidupan yang sangat bermakna nan seru untuk dijalani, orang tua yang masih lengkap dan sehat, sanak keluarga yang baik dan mendukung, bahkan sampai tetangga yang harmonis.

    Semoga saya selalu menjadi bersyukur untuk terus dapat berproses menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya.

    Tragedi ditinggalkan oleh seseorang yang paling saya cinta membuat saya sulit untuk melihat sisi positif dan hikmah yang dapat diambil. Seakan saya tak bisa berpikir jernih untuk menelaah hikmah apa yang bisa saya dapatkan dari kejadian ini.

    Lambat laun, seiring berjalannya waktu, saya mulai menyadari bahwa dulu saya lalai dalam beribadah, bahkan cenderung tidak memikirkan sama sekali. Kesalahan demi kesalahan, arah yang hilang bahkan takt ahu harus kemana sering saya rasakan.

    Meskipun awalnya hanya mengadu kenapa hal ini bisa terjadi, tapi lambat laun saya mulai menyadari bahwa sudah saatnya mendekatkan diri kepadaNya. Perasaan saya merasa butuh sekali untuk beribadah ketika sedih, sendu, dan menangis. Ibadah membuat saya menjadi lebih tenang dan bertawakal tentang apapun yang terjadi dengan saya, saya pasrahkan semuanya.

    Dibukakan hidayah untuk melihat suatu kondisi sebagai berkah, sebagai anugerah yang perlu disyukuri adalah hikmah yang saya petik atas kejadian ini. Mendoakan yang terbaik untuk dia, untuk saya, untuk keluarga saya, untuk keluarganya, setiap kali momen beribadah.

    Terima kasih ya Allah, atas nikmat dan semua anugerah yang telah engkau berikan.

    Hal ini juga membuat saya yakin bahwa apapun yang saya niatkan dan lakukan ketika memasukan Allah kedalam prosesnya akan semakin membuat percaya diri. Contoh kecil adalah dalam berlari. Setelah sekian lama saya tidak berlari kemarin, saya coba dua putaran lapangan bola, saya masih kuat namun berhenti ditempat minum karena Magh saya kambuh. Namun saya tak ingin berhenti, saya ingin terus berlari.

    Maka saya niatkan setelah minum untuk dapat mencapai 3 putaran selanjutnya, yang mana hal itu terasa melelahkan jika dibayangkan. Namun, saya niatkan, saya bilang dalam hati bahwa ya Allah kuatkan untuk sampai pada 3 putaran, sesungguhnya engkau yang memberi kekuatan atas apa yang ada dibumi.

    1 putaran, 2 putaran sudah mempunyai pikiran untuk mendiskreditkan diri sendiri, “bisa gak ya? Enggak bisa, udah jalan aja” hal tersebut mempengaruhi pikiran saya untuk menyelesaikan putaran ke tiga. Tapi saya meyakini bahwa saya bisa, tidak ada yang tidak mungkin, dan saya memasukan Allah dalam hati dan pikiran saya. Alhasil saya bisa mencapai 3 putaran setelah magh melanda di 2 putaran sebelum minum.

    Dari situ saya tak bisa berhenti bersyukur, bahwa saya bisa mencapai itu. Hal kecil namun jika memasukan Allah kedalam setiap proses, tingkat keyakinan menjadi semakin meningkat dan meyakini bahwa tidak ada yang tidak mungkin.

    Setelah finish berlari, saya tak bisa berhenti untuk meminta hal seperti ini bisa saya aplikasikan pada seluruh kegiatan saya, urusan saya, tujuan saya, mimpi saya, dan semua proses saya agar dapat menjadi manusia yang sangat bermanfaat.

    Terima kasih ya Allah, mudah-mudahan dijauhkan dari sikap dendam dan benci kepada dia yang telah menyakiti, dan selalu berdoa diberikan yang terbaik untuk saya, maupun dia yang meninggalkan. Amiin

    You May Also Like

    0 komentar