• Happy birthday, Me!

    by - 01.30


    Often times, I find myself stuck thinking of how to pay back people’s kindness. People who were there during my hard times, people who back me up after deep falling, people who spare their time to wish me a happy, people who were sticking around in whenever I am struggling, people who listen to every story I told them, from fun to boring to sadness to cheesy. I feel too shameful to forget those people and not doing what I am supposed to be doing as they did to me.

    I can't please everyone at the same time and never be. But it leaves me a bad feeling when I let it slide even once. From the moment I was in junior high until now, so many people keep coming, helping, just to make sure I am okay. Its silly to remember how I remember her, trying to “slap” me when I was in the condition of thinking other so much instead of thinking something that could fix my broken self.

    Today, it's my birthday. The day when I feel grateful and sad at the same time. I am really grateful for having sincere people sticking around and sad that I don't even know how to pay back them as nice as they gave it to me. I wish every prayer goes back to them again, and I wish to find myself placed at the right moment where I can do my best to help them.


    As it is still in my birthday hype, I would like to send letter to myself.

    “Dear myself,

    Thank you for always standing up and appreciate everything you have. Its been 24 years old, but the memories you can remember only from your elementary until now. It's okay if you can only recall the bitter one because of what you’ve been through these days. That at least makes you still alive. It will heal soon, and find the time when you can only recall the happy one.

    Jalan udah panjang terlalui tapi bukan berarti akan berakhir. Beberapa waktu lagi menjadi sebuah jalan baru untuk memulai kembali segalanya. Gapapa kalo kamu sedih diatas seneng karena akan ada judul baru ketika kamu udah siap untuk melangkah lagi. 24 tahun usia yang gak gampang, kata orang malah usia yang rentan. Apalagi di usia ini, godaan untuk memikirkan hal yang gak berguna lebih besar dari yang seharusnya. Kamu harus tetep kokoh pada apa yang sudah kamu janjikan di awal tahun ini. Dengan orang berbeda tentunya.

    Jangan lupain siapapun yang berdoa untukmu hari ini, karena sebiasa apapun ucapan mereka, mereka telah menyempatkan waktu dan tenaganya untuk mendoakan, dan merayakan dengan tulus. Kapan-kapan kamu harus baca kembali percakapan itu dan bersyukur. Jadi alangkah baiknya kamu menyempatkan dan membahagiakan mereka suatu saat nanti. Gak usah dipaksakan, yang penting sudah diniatkan.

    Di umur 24 ini, kamu sudah harus mulai belajar mana yang kamu inginkan dan kamu butuhkan. Kapan kamu akan bicara dan kapan kamu akan diam, momen mana yang harus kamu renungkan, kamu rayakan, kamu banggakan, dan kamu sedihkan. Berhenti meratapi kesedihan yang sama untuk waktu yang lama lagi, karena kamu bukan lagi manusia yang terombang-ambing lagi seperti bulan-bulan lalu. Kamu adalah nelayan yang sedang merapihkan serpihan-serpihan kapal yang telah dihancurkan ombak. Inget, dia adalah ombak yang dikirim oleh Tuhan untuk membuat kamu bersedih, meratapi, merenungkan, tapi menyisipkan pesan untuk kembali teguh dan merapihkan kapal itu. Sederhananya karena kamu harus hidup, mencari ikan untuk kamu makan.

    Di umur 24 ini, bersyukur bukan jadi hal yang istimewa lagi, yang dilakukan hanya untuk ocassion tertentu. Ini sudah menjadi kegiatan sehari-hari kamu karena banyak hal yang ajaib tanpa disadari telah datang untuk kamu. Kamu akan bangga hanya karena menyadari tempat apa yang sudah kamu capai sampai sekarang. Meskipun jiwa kamu masih merasa seperti anak SMA, tapi kamu lambat laun akan menyadari ada tanggung jawab besar yang dari dulu sudah ada menemani kamu disetiap langkah yang kamu ambil.

    Tentang mimpi dan tujuan, kamu sudah menulis banyak di dinding kamar dari dulu, di catatan kamu, di pikiran kamu, di hati kamu bahkan di ingatan orang lain. Tapi sangat berat harus disampaikan, bahwa mimpi itu cuman jadi hiburan sebentar untuk kamu. Berhenti menuliskan mimpi banyak tapi mulai mengerjakan satu mimpi dengan fokus dan konsisten. Berhenti memberikan harapan kepada orang lain dan menghancurkan mimpimu perlahan. Jangan pernah meremehkan mimpi kamu. Kamu punya alat untuk mencapai itu, tapi alat itu belum kamu rakit karena terlalu lama kamu terpatahkan fokus hanya memikirkan orang lain dan merasakan sakit yang sudah kamu sadari.

    Tentang hati dan dendam, berhenti sampai sini. Kamu akan menyadari betapa berharganya waktu, dan betapa menyedihkannya kamu membuang waktu itu hanya untuk memberi makan sakit hati dan membesarkan dendam. Bahkan kamu tidak menyadari bahwa selama ini kamu menyakiti diri kamu sendiri. Kamu tidak akan diberikan keuntungan secuilpun karena ini. Tapi, ada yang bisa kamu lakukan. Hati itu membingungkan, kadang sakit sendiri jika kemauan hati tak pernah dituruti. Kamu masih punya pikiran dan otak untuk mulai menyadari dan mengarahkan hati kamu ke tujuan yang benar. Percayalah, kamu bisa melakukan itu. Buang semua ingatan yang hanya membuat kamu menjadi seseorang yang hilang arah, yang menutupi seluruh cahaya didalam tawa kamu. Tenang, membuang ingatan itu tak segampang menyeduh kopi kamu dipagi hari, tak perlu buru-buru, yang penting kamu sudah mulai menyadari. Layaknya kopi itu, nikmati aromanya dan resapi keenakannya.  

    Tentang keluarga, dari dulu kamu tahu apa yang harus dilakukan. Lakukanlah sebelum terlambat buat kamu. Jangan bicara sesuatu yang hanya klise hanya untuk menyelesaikan masalah untuk jangka waktu yang pendek sekali. Mulai realistis dan lakukan apa yang bisa diusahakan ya.

    Terakhir, tak ada yang bisa memotivasi diri kamu selain diri kamu sendiri. Tak ada yang bisa mengarahkan tujuan yang benar selain kamu, tak ada yang bisa mengubah apapun dari hidup kamu selain kamu. Kamu harus sadar bahwa di surat ini hanya kamu yang bisa melakukan apapun yang seharusnya kamu lakukan. Tak ada kata yang terlambat, dan tak ada yang terbilang tak bisa. Kamu yang menentukan semuanya, kamu sudah harus melihat semuanya, dan bergerak untuk mencapainya. Inget, kamu sudah tua.

    Selamat ulang tahun, ya!

    Tak sabar ulang tahun ke 25 kamu akan merasakan perasaan seperti apa, tempat apa yang kamu pakai untuk menulis, suasana seperti apa yang menemani kamu merayakan ulang tahun itu, lagu apa yang sedang kamu dengarkan, dan siapa yang nemenin kamu untuk merasa bersyukur dan meniup lilin kebahagiaan itu.

    Jadi inget kata Riri, the only thing that doesn't change is change itself.

    Karena kamu lagi suka sama drama korea, jadi ngucapinnya lewat bahasa korea nih,

    Saeng-il chughahae.

    Dadah”



    You May Also Like

    0 komentar